Pematang Siantar Tempatku Mencari Loket untuk Membeli Tiket
Hari ini betul-betul Pematang Siantar mengantarkanku mengelilingi separuh lebih luasnya Danau Toba yang melegenda itu Berkeliling dari Dolok Sanggul sampai Pematang Siantar.
Capek sejenak di Parapat minggir mampir di rumah makan seberang loket angkutan kota. Tertera lauk sambal udang warna kuning harga Rp 20.000,-, gulai padeh kepala nila Rp 25 000,-, jika ekor hanya Rp 15.000,- , jangan dipikir aku pelayan hidangan di rumah makan itu ya karena hafal harga makanan. Oh tidak itu sekedar mengasah kemampuan numerasiku saja, lo ya.
Maaf warung-warung dan bangunan tepi jalan mengurangi indahnya jepretanku dari balik jendela kaca mobil angkutan kota akan luasnya Si Danau Melegenda itu.
Terus bagaimana dengan salah tempat beli tiketnya?
Kucoba bercerita. Oleh sebab miskomunikasi dengan Bang Sopir, semula cari loket di Siborong-borong saja, eh tidak tahunya sampai di Balige, sampai di Porsea dan akhirnya merasakan sampai di Pematang Siantar juga
Ongkos @ Rp 50.000,-, padahal jika Dolok Sanggul- Siborong-borong hanya @ Rp 10.000,-
Pematang Siantar- lubuk Linggau @ Rp 300.000,-
Masih mahal Beliti- Siborong-borong @ Rp 450.000,-, kali ini dengan bersemangat sekali lagi kukatakan jangan dikau salah duga lagi ya, barangkali mengira kernet, kondektur atau penjaga loket bus atau lebih ekstrim dari itu calo, hadew.
Ok, demikian sekelumit cerita dari Pematang Siantar Sumatera Utara kawan, terima kasih atas perhatianmu, biarkan aku melanjutkan perjalananku. Sampai jumpa.

Mantab....😄👍
BalasHapus